Perjalananku Ingin Bergabung Dalam Organisasi Kampus

Perjalananku Ingin Bergabung Dalam Organisasi Kampus

Lika Liku Ingin Menjadi Pengurus Organisasi


Kisahku dimulai dari awal masuk perguruan tinggi. Setelah menempuh ujian nasional (UN), tes masuk perguruan tinggi (negeri dan swasta), pada akhirnya aku diterima di kampus swasta. Kesana kemari aku lakukan agar bisa diterima di perguruan tinggi negeri yang aku dan orang tuaku inginkan. Namun ternyata, takdirku berbeda. Ujungnya aku berkuliah di kampus swasta yang jaraknya tak terlalu jauh dengan rumah. Kampus yang telah aku naungi untuk menuntut ilmu selama kurang lebih hampir 3 tahun belakangan ini.

Sejak awal masuk, banyak sekali rintangan yang aku hadapi. Dari proses pendaftaran ulang yang bikin pusing hingga mencari kost untuk tempat tinggal selama aku berkuliah. Singkat cerita aku sudah mulai masuk hari pertama kuliah. Terasa asing pasti. Orang-orang baru, lingkungan baru dan pastinya sistem belajar baru yang tak lagi sama seperti masa sekolah dulu. Kini aku disebut sebagai mahasiswa. Maha, yang artinya harus sudah bisa lebih mandiri, dewasa dan bertanggung jawab untuk masa depan. Mau tidak mau, sebagai mahasiswa memang sudah seharusnya begitu. Semua hanya butuh waktu. Karena bagiku, semua bisa karena terbiasa. Baca juga >>> Ceritaku Memutuskan Untuk Berhijab


Hingga suatu hari, di kampusku ada pendaftaran untuk masuk organisasi. Sebut saja organisasi A. Aku mencoba mengikuti. Segala kebutuhan untuk screening (wawancara masuk organisasi di kampusku) aku persiapkan sedemikiran rupa. Aku mencoba mendaftar organisasi A bukan tanpa alasan. Di kampusku, hampir semua dosen yang mengajar pada jurusanku seperti “mendorong” atau menyuruh mahasiswanya untuk mengikuti setidaknya satu organisasi di kampus atau di luar kampus. Hal itu yang menjadi salah satu alasanku mendaftar organisasi A. Selain itu dari aku sendiri pun sebenarnya juga ingin lebih mengembangkan diri. Di hari wawancara aku sudah siapkan jawaban terbaik saat ditanya perihal organisasi. Pertanyaannya ya standar lah, seperti “apa motivasi kamu mau mendaftar organisasi ini”, “apa kelebihan dan kekurangan kamu?”, “kalau diterima di organisasi ini apakah kamu bisa komitmen?” dan lain sebagainya. Semua pertanyaan alhamdulillah bisa aku jawab dengan tenang. Hingga akhirnya pengumuman. Deg-degan seperti menunggu pengumuman diterima di perguruan tinggi saat itu. Setelah aku buka, sayang sekali ternyata aku tidak diterima. Disitu aku belum putus asa. Aku ikuti kembali pendaftaran di organisasi lain yang memang aku berminat. Aku menjalani segala proses wawancara. Pengumuman kembali untuk kedua kali. Dan tidak diterima lagi. Aku tidak berbohong bahwa kecewa. Namun apa boleh buat? Seluruh pendaftaran organisasi untuk periode tahun saat itu sudah ditutup. Aku baru bisa mendaftar kembali tahun depan. Ya sudahlah pikirku.

Tibalah tahun berikutnya, aku sudah semester 3 saat itu. Pengalaman kelam nggak diterima organisasi sudah aku ikhlaskan. Sebentar lagi akan ada pendaftaran organisasi baru lagi. Aku berencana untuk mendaftar yang kedua kali pada organisasi yang sama. Aku masih penasaran. Ingin sekali masuk menjadi pengurus organisasi tersebut. Namun apa daya, aku tetap tidak ditakdirkan untuk menjadi bagian dari organisasi itu. Sedih banget. Lalu aku mencoba kembali untuk mendaftar BEM fakultas. Yang ujungnya ya sama saja. Kalian bisa tebak sendiri. Rasanya aku seperti tidak ingin lagi mengikuti organisasi apapun. Aku sakit hati. Mungkin bisa dibilang lebay atau apa lah. Tapi mungkin kalian bisa sedikit merasakan bagaimana kekecewaanku. Sudah berjuang, tapi hasil tetap tidak memuaskan. Bukan takdir? Bisa dibilang begitu. Tau ah males pokoknya ikut organisasi lagi. Baca juga >>> Mix and Match Outfit Ke Kampus

Semester 5 pun tiba. Saat aku mengikuti salah satu mata kuliah, ada dosen yang memberi informasi bahwa menjadi pengurus organisasi minimal satu periode, baik organisasi dalam kampus maupun di luar kampus merupakan salah satu syarat kelulusan. Entah darimana informasi tersebut. Tapi kata beliau, informasi tersebut valid. Aku pun tersentak saat mendengarnya. Sudah semester 5, mata kuliah semakin berat. Ditambah aku yang mengambil 24 sks. Rasanya berat kalau memang harus ikut organisasi di semester ini. Tapi apa boleh buat? Peraturan tetap harus dipatuhi. Masa iya aku nggak bisa lulus hanya karena aku bukan salah satu pengurus organisasi. Hmm terdengar lucu. Sangat lucu malah hiks.

Akhirnya ya tetap aku mendaftarkan diri kembali kali ini dengan terpaksa. Serius, aku mengungkapkan terang-terangan bahwa aku terpaksa melaksanakannya karena informasi dari dosenku. Sebenarnya sudah tidak banyak organisasi yang membuka pendaftaran masuk organisasi untuk mahasiswa semester 5 sepertiku. Karena ya memang seharusnya malah sudah tidak ikut organisasi, fokus ke kuliah mengerjakan langkah-langkah menuju skripsi. Namun alhamdulillah-nya masih ada beberapa organisasi yang membuka lowongan untuk mahasiswa/i semester 5. Aku pun mendaftar. Seperti biasa, pendaftaran lalu wawancara. Kali ini aku tak terlalu mempersiapkan diri untuk wawancara. Lebih ke let it flow aja gitu. Tibalah hari dimana wawancara dilaksanakan. Kemudian menunggu cukup lama untuk pengumuman. Sembari menunggu pengumuman, ada satu organisasi lagi membuka pendaftaran. Aku pun ikut mendaftar juga. Barangkali yang organisasi kemarin tidak menerimaku aku masih punya harapan untuk organisasi yang satunya, pikirku. Sama seperti sebelumnya, pendaftaran lalu wawancara. Selang beberapa hari, organisasi yang aku daftar terakhir malah lebih cepat mengumumkan siapa saja yang diterima. Aku membuka akun official instagramnya. Tak disangka syukur alhamdulillah aku diterima. Rasanya senang. Tapi biasa saja. Jujur, ada rasa takut kuliahku terbengkalai karena organisasi. Tapi salah satu teman yang sudah mengikuti organisasi tersebut meyakinkan aku bahwa organisasi ini tidak terlalu sibuk. Masih bisa nambah satu organisasi lagi malah kalau aku mau, katanya. Hmm sebenarnya sih aku hanya ingin ikut satu organisasi saja. Untuk sekadar syarat. Tapi ternyata Allah berkehendak lain, aku diterima di organisasi yang satunya lagi. Cukup lama setelah pengumuman kemarin, organisasi yang satunya mengumumkan siapa saja yang diterima. Dan aku melihat namaku ada di list. Aku langsung bingung. Memikirkan apakah bisa aku mengikuti dua organisasi sekaligus? Apakah bisa aku mengatur waktu dengan baik? Kuliahku gimana ya? Tapi setelah aku berpikir panjang dan tak lupa berdiskusi dengan orang tua perihal ini, aku akhirnya mantap untuk melaksanakan kedua organisasi tersebut.

Ini masih cerita awal, aku belum terlalu merasakan bagaimana hiruk pikuknya menjalani dua organisasi sekaligus kuliah dengan 24 sks. Nanti kalau ada waktu aku ceritakan lagi yaa. Sekian dulu untuk ceritaku masuk organisasi. See you on my next article!

Newest
Previous
Next Post »