Jerawat Yang Membuatku Hampir Putus Asa Part 3 - Buah Dari Suatu Usaha

buah dari suatu usaha

Buah Dari Suatu Usaha 

Haloooo semuanyaaa, lanjut lagi nih ceritaku tentang masalah jerawat, ini artikel terakhir dari part Jerawat Yang Membuatku Hampir Putus Asa. Bagi kalian yang belum baca part sebelumnya, silakan kunjungi part 1 di Jerawat Yang Membuatku Hampir Putus Asa dan Part 2 di Jerawat Yang Membuatku Hampir Putus Asa - Perawatan Di Klinik Kecantikan

Tak terduga bianyanya memang cukup mahal seperti apa yang aku pikirkan. Ayahku dengan sigap membayar semua biaya perawatan itu, termasuk produk skincare-nya. Lalu aku pulang ke rumah, dengan mata sembab dan wajah lebam merah-merah karena facial. Kata mbaknya sih itu wajar, paling besok udah membaik. Wajah jadi lebam karna facial itu ya efek ekstraksi tadi. Kan dipencet-pencet gitu jadi otomatis merah. Aku berharap semoga saja memang benar besoknya wajahku membaik.

Singkat cerita beberapa bulan setelah aku konsultasi lagi mengenai perkembangan wajahku, belum ada perubahan signifikan. Malah aku merasa tidak ada perubahan. Apa aku salah cara memakai skincare? Apa aku kurang patuh dalam memakai skincare? Atau memang tidak cocok? Entahlah. Aku benar-benar muak dengan jerawat ini. Aku malu. Setiap ke sekolah aku menunduk bila diajak bicara oleh teman atau guru. Hari-hariku menyedihkan. Kaca yang dulu menjadi tempatku memoles wajah, kini tak pernah aku sapa. Aku benci melihat wajahku yang penuh dengan jerawat. Orang jadi melihatku seperti jijik. Tak ingin ada yang mau berinteraksi denganku. Bahkan seperti najis. Sakit hati sekali. Untungnya sih tidak sampai ingin bunuh diri. Hahaha.


Setiap aku konsultasi ke klinik kecantikan itu, aku merasa jawaban dokter tidak memuaskan. Tak membuatku percaya jika memang itu alasan mengapa aku tidak kunjung sembuh jerawatnya. Aku simpulkan sendiri saja akhirnya, jika aku tidak cocok dengan skincare dan perawatan disana. Selain sakit, mahal pula. Hadeh nggak ada untungnya sama sekali. Aku pun berhenti perawatan di klinik tersebut.

Aku pun mencoba skincare yang ada di pasaran. Ini itu aku coba, dari cuka apel, masker yang katanya bisa kempesin jerawat meradang, hingga produk skincare yang menurutku harganya selangit. Haduh aku sampai harus menabung cukup lama karenanya. Tapi tak ada satu pun yang cocok. Tak ada satu pun yang bisa memperbaiki wajahku. Tetap sama, aku tetap berjerawat hingga aku hampir lulus SMA. Uang yang aku keluarkan untuk membeli skincare sudah tak terhitung nilainya. Banyak lah. Nggak usah dibahas terlalu rinci. Nanti aku sakit hati sendiri haha. Skip deh ya. Lalu memasuki bangku kuliah, aku mulai mencari klinik kecantikan lain yang menurutku memang bagus atau setidaknya benar-benar ada bukti.

Ketemulah sama klinik ini, sebut saja klinik A. Aku datang ke klinik A bersama ayahku lagi. Konsul lagi seperti di klinik sebelumnya. Dikasih produk skincare juga. Seperti facial wash, toner, susu pembersih, dan krim pagi. Aku mulai beralih ke klinik tersebut. Semua skincare kumiliki aku ganti dengan skincare dari klinik yang baru. Aku rutin menggunakan skincare itu. Aku juga melakukan facial disana. Sudah terhitung lebih dari 3 kali aku facial. Rasanya di facial ternyata masih sama seperti dulu. Sakit. Tapi jujur nggak sesakit di klinik yang sebelumnya. Oiya aku pernah bilang kalau aku nggak mau lagi facial, cuma kenapa aku memutuskan untuk mau di facial lagi? Karena sang dokter dapat meyakinkan aku kalau facial di kliniknya itu nggak sesakit yang lain. Memang harus begitu prosesnya. Mungkin di klinik sebelumnya itu aku kesakitan karena mbaknya yang memfacial aku kurang sabar ngebersihin komedo di wajahku. Kalau di klinik yang sekarang mbak-mbaknya ramah, sabar, telaten. Aku nyaman jadinya.

Setelah kurang lebih 7 bulan aku perawatan di klinik A itu, aku merasa ada perubahan membaik di wajahku. Jerawat perlahan sembuh, skincare yang direkomendasikan dokter cocok, jerawat masih kadang muncul cuma nggak sesering dulu. Dan nggak sebanyak dulu. Biasanya sih kalau aku lagi pas menstruasi. Selain itu aku jerawatannya kalau lagi nggak rajin skincare-an atau karena aku nggak cuci muka pas malem sebelum tidur. Karena ya teman-teman, serius deh kalian harus rajin bersihin muka sebelum tidur. Malam hari itu waktu untuk regenerasi kulit, jadi harus bersih.

Okedeh jadi begitu pengalamanku berjuang melawan jerawat yang hampir membuatku putus asa ini. Terkesan agak gimana gitu ya hahaha. Tapi aku merasa benar-benar struggle sih ngelawan jerawat. Skincare kan cocok-cocokan, sekali nggak cocok yang ada jerawat makin parah. Padahal menemukan yang cocok itu juga nggak semudah membalikkan telapak tangan. Doain aku ya teman-teman semoga wajahku setidaknya bisa hampir mulus lagi kayak dulu, aamiin. Dan untuk kalian yang merasakan hal yang sama denganku, silakan diikuti cara penangananku ini dengan datang langsung ke klinik kecantikan karena sebenarnya kulit kita itu juga butuh perawatan. Update saat ini sih aku ada jerawat satu karena menstruasi. Kalau bekas jerawat masih banyak nih di pipi kanan kiri. Lagi usaha buat ngilangin bekas itu hehe. That’s all. Thanks ya buat kalian yang udah baca sampe sini, See you on my next article!

-The End-

Previous
Next Post »